Barcelona 1 - 2 Espanyol

Barcelona kehilangan tiga angka, ketika dipaksa Espanyol (foto) menyerah 2-1 dalam derby beda kasta di Nou Camp.

Ivan de la Pena memborong dua gol kemenangan Espanyol menit ke-50 dan 54. Yaya Gneri Toure memperkecil kekalahan Barcelona menit ke-62. Bencana kekalahan Barca dimulai menit ke-38, ketika Seydou Keita diganjar kartu merah akibat melakukan pelanggaran serius.

Kekalahan kandang pertama ini membuat selisih angka Barcelona dengan Real Madrid menjadi tujuh, karena pada saat yang sama Los Blancos membantai Real Betis 6-1 di Santiago Bernabeu. Sedangkan Espanyol terangkat dari dasar klasemen, tapi belum keluar dari zona degradasi.


Pelatih Pep Guardiola menurunkan skuad terbaiknya, dengan trio Thierry Henry, Lionel Messi, dan Samuel Eto'o sebagai starter di lini depan. Ia seolah tidak terpengaruh dengan persiapan di Liga Champions, karena ingin mengamankan selisih angkanya di klasemen sementara Primera Liga Spanyol.

Di kubu Espanyol, pelatih Mauricio Pocchetino kali pertama bisa menurunkan semua kekuatan terbaiknya. Ivan de la Pena yang baru sembuh dari cedera menjadi starter. Raul Tamudo, pemain paling senior di Espanyol, bermain dari bangku cadangan.

Pertemuan tim sekota ini biasanya berlangsung penuh emosi dan benturan ideologis. Barcelona adalah simbol perlawanan masyarakat Katalan terhadap dominasi Spanyol, sedangkan Espanyol mengusung simbol-simbol nasionalisme Spanyol. Meski demikian derby berlangsung tanpa ketegangan apa pun.

Barcelona bermain seperti biasa; berupaya mengontrol lapangan tengah, menguasai sebanyak mungkin waktu pertandingan, dan melakukan serangan-serangan berbahaya. Sepanjang babak pertama Thierry Henry, Xavi, Samuel Eto'o, dan Lionel Messi, silih berganti memperoleh peluang mencetak gol.

Espanyol sebaliknya. Tertekan hebat sepanjang babak pertama, membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. Seluruh pemain Espanyol seolah berkonsentrasi ke pertahanan, agar tidak kebobolan lebih dulu.

Meski Barcelona terlihat timpang ketika Keita diganjar kartu merah, Espanyol masih belum berupaya keluar menyerang. Akibatnya, babak pertama diakhiri tanpa gol.

Di babak kedua, Espanyol mulai berani keluar menyerang sejak menit pertama. Pocchetino tampaknya berupaya memanfaatkan kelebihan pemain yang dimilikinya untuk memberi tekanan.

Menit ke-50, De La Pena membuka skor untuk Espanyol. Ia memanfaatkan umpan Nene dengan tandukan dari jarak enam yard. Empat menit kemudian, De La Pena mencetak gol kedua. Kali ini lewat tembakan dari jarak 20 yard.

Namun sejak itu Espanyol mengendurkan serangan. Mereka lebih suka memainkan bola untuk membuang-buang waktu. Sedangkan Barcelona berupaya bermain lebih terbuka, dan menyerang dari semua sisi.

Guardiola menarik keluar Thierry Henry, dan memasukkan Segi Busquet. Samuel Eto'o juga ditarik keluar setelah beberapa kali gagal memanfaatkan peluang menjadi gol, dan digantikan Eidur Gudjohnsen.

Meski terus menekan, dan memperoleh banyak peluang, hanya Yaya Gneri Toure yang bisa memanfaatkan salah satunya menjadi gol. Ia melepas tembakan dari dalam kotak penalti, untuk menaklukan penjaga gawang Carlos Kameni.

Lionel Messi dan Sergi Busquets mendapatkan masing-masing satu peluang untuk menyamakan kedudukan, tapi tak termanfaatkan. Memasuki menit-menit terakhir, Gudjohnsen mendapat dua peluang, Daniel Alves dan Messi masing-masing satu kesempatan mencetak gol.

Carles Puyol yang naik sampai ke kotak penalti juga gagal memanfaatkan peluang terakhir. Tandukannya masih bisa diblok penjaga gawang Kameni.


Barcelona: Víctor Valdés, Rafael Márquez, Gerard Pique, Eric Abidal/Carles Puyol, Daniel Alves, Gnegneri Yaya Toure, Seydou Keita, Xavi, Thierry Henry/Sergi Busquets, Samuel Eto'o/Eidur Gudjohnsen, Lionel Messi.

Espanyol: Carlos Kameni, Nicolas Pareja, Daniel Jarque , David García, Sergio Sánchez, Moises Hurtado, Ángel/Román, Iván Alonso, Iván De la Peña/Coro, Anderson Luiz de Carvalho Nene/Raúl Tamudo, Luis Garcia.

0 comments: